JAWABAN SOAL UJIAN ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN
SOAL 1
1. Jelaskan
apa yang dimaksud dengan ekosistem? rincikan ekosistem apa saja yang ada di
bumi dan di sekitar anda. lengkapi dengan gambar?
Jawab:
Ekosistem
adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk
hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan
kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang
saling mempengaruhi. Ekosistem
merupakan penggabungan dari setiap unsur biosistem yang melibatkan hubungan
timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik. Penggabungan tersebut
menimbulkan energi terhadap suatu struktur biotik tertentu dan akan menimbulkan
siklus materi antara organisme dan anorganisme.
Ekosistem
terdiri atas beberapa komponen pembentuk, yaitu komponen biotik, abiotik, dan
pengurai (dekomposer). Komponen penyusun ekosistem tersebut yaitu:.
a) Biotik
Biotik
merupakan suatu istilah yang biasa digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup
(organisme). Komponen biotik terbagi menjadi dua, yaitu komponen heterotrof dan
autotrof. heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan
organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya.Komponen ini
disebut juga konsumen makro karena makanan yang dikonsumsi berukuran lebih
kecil. Yang termasuk golongan komponen ini, antara lain manusia, hewan, jamur,
dan mikroba.
Sementara itu, komponen autotrof adalah
organisme yang mampu menyediakan makanan sendiri dengan bantuan energi seperti
energi matahari ataupun energi yang bersifat kimia. Komponen autotrof berfungsi
sebagai produsen. Yang tergolong komponen ini adalah tumbuhan hijau.
b) Komponen Abiotik
Komponen
abiotik (bahan tak hidup) adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan middle
tempat berlangsungnya kehidupan. komponen abiotik dapat berupa bahan organik,
senyawa organik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organism. Komponen
abiotik terdiri atas suhu, air, udara, sinar matahari, tanah, dan iklim.
c) Komponen Pengurai
(Dekomposer)
Komponen
pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang
berasal dari organisme mati. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil
penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan
kembali oleh produsen. Yang termasuk golongan pengurai adalah bakteri dan
jamur.
Macam-Macam Ekosistem
Di bumi
ada bermacam-macam ekosistem, yaitu ekosistem alam dan buatan. Secara garis
besar ekosistem alam dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.
Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.
A. Ekosistem Darat
Ekosistem
darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan
letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat yaitu sebagai berikut.
1)
Gurun
Gurun dan
setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan
Asia Barat.
Ciri-ciri:
1.
Curah
hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
2.
Kecepatan
penguapan air lebih cepat dari presipitasi
3.
Kelembaban
udara sangat rendah
4.
Perbedaan
suhu siang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam
dapat turun sampai 0 C)
5.
Tanah
sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
Lingkungan
biotik:
-
Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan
yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
-
Fauna: hewan besar yang hidup di gurun
umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil
misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari,
pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropik (sepanjang garis khatulistiwa) yang berbatasan dengan padang rumput.
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropik (sepanjang garis khatulistiwa) yang berbatasan dengan padang rumput.
2)
Padang Rumput
Padang
rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim
sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan,
Australia.
Ciri-ciri:
Ciri-ciri:
·
Curah
hujan antara 25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hujannya
dapat mencapai 100 cm/tahun.
·
Curah
hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
·
Turunnya
hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang
baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Lingkungan biotik:
- Flora:
tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase
kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain
rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut
padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia
Selatan,
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
- Fauna:
bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba
dan kanguru diAustralia. Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.
3)
Hutan Hujan Tropik
Hutan
tropis memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi.
Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagi`n besar
daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.
Ciri-ciri:
·
Curah
hujannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun.
·
Matahari
bersinar sepanjang tahun.
·
Dari
bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
·
Di
bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada
perubahan suhu antara siang dan malam hari.
- Flora: pada bioma hutan tropis terdapat
beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20
- 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau
kanopi. Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah
tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah
tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon
tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang Burung.
- Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar
matahari, pada siang hari hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan
yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup
hewan-hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari,
misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.
4)
Hutan Gugur (Deciduous Forest)
Ciri khas
hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma
ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.
Ciri-ciri:
- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
Ciri-ciri:
- Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
-
Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan
musim semi
musim semi
- Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah
daripada bioma hutan tropis.
Musim
panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup
tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi
ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih
dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen
yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan
sebangsa luwak/musang.
Pada saat
menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai
turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat
akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.
Pada saat
musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis.
Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang
musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi)
sehingga disebut musim sem
5) Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.
Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan
yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak
dan tumbuhan basah sedikit sekali, Hewannya antara lain moose, beruang hitam,
ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6) Tundra
Tundra
terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan
terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan
tumbuhan di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah
Sphagnum, lumut kerak, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan
rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang
hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas,
semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang
tebal, contohnya karibou, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama
nyamuk dan lalat hitam.
B. Ekosistem perairan
Ekosistem
perairan antara lain:
1) Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri
ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya
kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak
adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya
tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme
yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Tumbuhan
bersel satu yang hidup di air tawar mempunyai dinding sel kuat misalnya
beberapa alga biru dan alga hijau. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea
gigantea), mempunyai akar jangkar.
Hewan dan
tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan
tekanan osmosis lingkungan atau isotonis. Hewan tingkat tinggi yang hidup di
ekosistem air tawar, misalnya ikan, mengatasi perbedaan tekanan osmosis dengan
melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya
melalui sistem ekskresi, insang, clan pencernaan.
Organisme
dalam air dapat digolongkan berdasarkan aliran energi clan cara hidup.
1. Berdasarkan
aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan) dan fagotrof, yaitu
karnivor predator, parasit, dan saproba atau organisme yang memakan sisa-sisa
organisme.
2.
Berdasarkan cara hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
a) Plankton;
terdiri atas fitoplankton dan zooplankton; melayang-layang (bergerak
pasif) mengikuti gerak aliran air.
b) Nekton;
hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c)
Neuston; organisme
yang mengapung atau berenang di permukaan air atau berada pada permukaan air,
misalnya serangga air.
d) Perifiton;
merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat pada tumbuhan atau benda lain,
misalnya keong.
e) Bentos;
hewan dan tumbuhan yang hidup di
dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau
bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.
Ekosistem
air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem
air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah
sungai.
a. Danau
Danau
merupakan suatu badan air yang menggenang dan luas. Di danau terdapat pembagian
daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya
matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang
tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga
terdapat daerah perubahan suhu yang drastis, disebut terrnoklirt. Termoklin
memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas
tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari
tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
a) Daerah litoral
Daerah ini
merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang
hangat berdekatan dengan tepi danau. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang
berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas
organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya
diatom), berbagai siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, amfibi, reptilia
air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik, angsa, dan mamalia yang
sering mencari makan di danau.
b) Daerah limnetik
Daerah ini
merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar
matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan
cyanobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi
selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton
yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil pemangsa
fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa
oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kurakura, dan
burung pemakan ikan.
c) Daerah profundal
Daerah ini
merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme
lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi
detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan
mikroba.
d) Daerah bentik
Daerah ini
merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme
mati.
Danau juga
dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organiknya, yaitu sebagai
berikut.
a) Danau oligotrofik
Oligotrofik
merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena
fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih
sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen
sepanjang tahun.
b) Danau eutrofik
Eutrofik
merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan,
karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh,
terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
b. Sungai
Sungai
adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih
serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara
konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan
ketinggian dan garis lintang.
Komunitas
yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras
tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan
terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat
dan tumbuhan berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Komposisi
komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak
sungai sering dijumpai ikan air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan lele dan
gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kurakura dan ular. Khusus
sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme
sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner.
Misalnya bertubuh pipih dorsoventral dan dapat melekat pada batu. Beberapa
jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas
dari pusaran air.
2) Ekosistem
air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari,
dan terumbu karang.
a. Laut
Habitat
laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion Cl-
mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan
penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu
bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian
atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah
dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah
permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari
pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya,
sehingga memungkinkan terbentulazya rantai makanan. Habitat laut dapat
dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara
horizontal.
1. Menurut
kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.
a)Litoral
merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b) Neritik
merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian
dasar, dalamnya ± 300 meter.
c) Batial merupakan daerah yang dalamnya
berkisar antara 200-2.500 meter.
d) Abisal
merupakan daerah yang lebih jauh clan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000
m).
2. Menurut
wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut, laut
dibedakan sebagai berikut.
a) Epipelagik merupakan daerah antara
permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b) Mesopelagik
merupakan daerah di bawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m. Hewannya
misalnya ikan hiu.
c)
Batiopelagik merupakan
daerah jereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah
ini misalnya gurita.
d) Abisalpelagik
merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m; tidak terdapat tumbuhan
tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah iii.
e) Hadal
pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000
m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat
mengeluarkan cahaya. Sebagai produser di tempat ini adalah bakteri yang
bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di
laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir
sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan
tingkat tinggi beradaptasi dengao cara banyak minum air, pengeluaran urin
sedikit, clan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang
berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
b. Ekosistem pantai
Ekosistem
pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang
surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut.
Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptari struktural sehingga dapat
melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat
pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska,
dan remis yang menjadi makanan bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah
tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni
oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivor dan
karnivor, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikanikan kecil.
Daerah
pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh
beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut. Komunitas tumbuhan
berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai
berikut.
a) Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang
paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang
tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun
tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna,
Euphorbia atoto, dan Canavalia martina. Lebih ke arah darat lagi
ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan),
dan Scaevola fruescens (babakoan).
b) Formasi
baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan
baringtonia, termasuk di dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia,
Guettarda, dan Erythrina. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur,
maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas
merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain
berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai
penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau
antara lain Nypa, Acatlws, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah
pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra,
Lumnitzera, AcXicras, dan Cylocarpus.
c. Estuari
Estuari
(muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering
dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas
air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini
juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya. Nutrien dari
sungai memperkaya daerah estuari.
Komunitas
tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan
fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting,
dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan
estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar.
Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu
unggas air.
d. Terumbu karang
Di laut
tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas khusus yang terdiri dari
karang batu clan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu
karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis
dapat berlangsung.
Terumbu
karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang
mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam
bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan
yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.
Berbagai invertebrata, mikroorganisme, dan ikan hidup di antara karang clan
ganggang. Herbivor seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi
gurita, bintang laut, dan ikan karnivor.
C. Ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia
untuk memenuhi kebutuhannya.
Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan
peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.
1) Bendungan
Suatu
ekosistem buatan yang berupa bangunan penahan atau penimbun air untuk
berbagai keperluan, misalnya irigasi, pembangkit listrik.
2) Hutan tanaman industri
Hutan
yang sengaja ditanami dengan jenis tanaman industri. Jenis tanaman yang
umum ditanam adalah pinus, mahoni, rasamala, dammar, dan jati
seperti gambar disamping
3) Agroekosistem
Suatu
ekosistem buatan berupa ekosistem pertanian, misalnya sawah irigasi, sawah
tadah hujan, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, perkebunan (teh,
kopi kelapa sawit, dan karet), kolam tambak, ladang, dan pekarangan.
SOAL II
2. Apa
yang dimaksud dengan nilai lingkungan? lengkapi dengan bagaimana mengkuantifikasi
nilai lingkungan?
Jawab:
Nilai adalah sesuatu
yang penting, baik dan berharga. Dalam nilai terkandung sesuatu yang
ideal, harapan yang dicita-citakan untuk kebajikan. Menilai berarti menimbang,
suatu kegiatan menghubungkan sesuatu dengan yang lain dan kemudian mengambil
keputusan. Sesuatu dianggap punya nilai jika sesuatu itu dianggap penting, baik
dan berharga bagi kehidupan umat manusia. Menurut Ralp Perry: “Value as any object of any
interest”. Maknanya adalah bahwa nilai sebagai suatu objek dari suatu minat individu. Menurut Kupperman
mendefinisikan nilai adalah patokan normatif yang memperngaruhi manusia dalam
menentukan pilihannya
di antara cara-cara tindakan alternatif.
Sedangkan lingkungan adalah istilah yang dapat mencakup
segala makhluk hidup dan tak hidup di alam, yang berfungsi secara alami tanpa
campur tangan manusia yang berlebihan atau kesatuan makhluk hidup termasuk di
dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada
di sekitarnya.
Jadi, Nilai
lingkungan artinya ada kandungan yang terdapat dalam lingkungan. Lingkungan
yang mempunyai nilai positif, berharga dan dipentingkan dengan sebaik-baiknya,
dimana artinya yang berkarakter dan mendukung terciptanya perwujudan
nilai-nilai lingkungan dalam menunjang kehidupan, sepeti karakter cinta pada
Sang Maha Pencipta dan segenap ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai lingkungan
yang berharga tersebut sangatlah penting bagi perkembangan semua makhluk untuk
bertahan hidup dan untuk beribadah pada Sang Pencipta.
Cara
kita mengkuantifikasi nilai lingkungan tersebut.
Pengertian
kuantifikasi adalah keterangan yang berhubungan dengan kuantitas atau jumlah.
Misalnya setiap, beberapa, semua.
Contoh untuk lebih jelasnya:
“Semua tanaman tumbuh-tumbuhan yang ada
disekitar rumahku tumbuh dengan lebat. Tak
ada satu tanaman bunga didepan rumahku yang tak berbunga.”
Jadi, salah satu cara mengkuantifikasi nilai lingkungan adalah dengan
meyakini bahwa semua cara kita
memelihara nilai lingkungan akan berguna bagi kelangsungan hidup yang lebih
baik dimasa mendatang. Dan juga setiap kebaikan yang kita lakukan untuk
lingkungan akan sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dimasa depan,
sekecil apapun itu,
SOAL III
3. Jelaskan
jenis-jenis etika lingkungan yang anda ketahui. Jelaskan bagaimana strategi
penerapan etika lingkungan itu?
Jawab:
Etika
Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika
dan Lingkungan. Etika berasal dari
bahasa yunani yaitu “Ethos” yang
berarti adat istiadat atau kebiasaan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada
di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan
manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak
langsung. Jadi, Etika
lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan
lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut
lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap
terjaga.
Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika Lingkungan disebut juga Etika Ekologi.
Etika Ekologi selanjutnya dibedakan dan menjadi dua yaitu etika ekologi dalam dan etika
ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi
sebagai etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah
etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan
manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha
pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.
a. Etika
Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan
terhadap lingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk
kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris. Etika ekologi dangkal ini
biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu
pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli
lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Secara umum, Etika
ekologi dangkal ini menekankan hal-hal berikut ini :
1. Manusia
terpisah dari alam.
2. Mengutamakan
hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
3. Mengutamakan
perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
4. Kebijakan
dan manajemen sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
5. Norma
utama adalah untung rugi.
6. Mengutamakan
rencana jangka pendek.
7. Pemecahan
krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya dinegara miskin.
8. Menerima
secara positif pertumbuhan ekonomi.
b. Etika
Ekologi Dalam
Etika
ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya
memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang,
sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki
prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu
memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan
hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui
spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang
lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan
tumbuhan serta alam.
Secara
umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :
1.
Manusia
adalah bagian dari alam.
2.
Menekankan
hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh
diperlakukan sewenang-wenang.
3.
Prihatin
akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
4.
Kebijakan
manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
5.
Alam
harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
6.
Pentingnya
melindungi keanekaragaman hayati.
7.
Menghargai
dan memelihara tata alam.
8.
Mengutamakan
tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
9.
Mengkritik
sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem
mengambil sambil memelihara.
Strategi Penerapkan Etika Lingkungan
Adapun Strategi penerapan etika lingkungan dapat dilakukan dengan
beberapa prinsip yang relevan untuk lingkungan hidup. Prinsip-prinsip ini yang
dilatar belakangi oleh krisis ekologi yang bersumber pada cara pandang dan
perilaku manusia yaitu antara lain:
1). Prinsip sikap hormat terhadap alam
(Respect for Nature)
Hormat
terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian
dari alam semesta seluruhnya. Dengan kata lain, alam mempunyai hak untuk
dihormati, tidak saja karena kehidupan manusia bergantung pada alam, tetapi
terutama karena kenyataan bahwa manusiaadalah satu kesatuan dari alam.
2). Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility for Nature)
Setiap
bagian dan benda dialam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dengan tujuannya
masing-masing, terlepas dari apakah tujuan itu untuk kepentinganmanusia atau
tidak. Oleh karena itu, manusia sebagai
bagian dari alam semesta bertanggung jawab pula untuk menjaganya. Prinsip ini
menuntut manusiauntuk mengambil usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara
nyata untuk menjaga alam semesta dengan segala isinya. Itu berarti kelestarian
dan kerusakan alam semesta merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.
Wujud konkretnya, semua orang harus bisa bekerja sama, bahu-membahu untuk
menjaga dan melestarikan alam, dan mencegah serta memulihkan kerusakan alam dan
segala isinya. Hal ini juga akan terwujud dalam bentuk mengingatkan, melarang
dan menghukum siapa saja yang secara sengaja ataupun tidak sengaja merusak dan
membahayakan keberadaan alam.
3). Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity)
Prinsip
ini terbentuk dari kenyataan bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta.
Oleh karena itu, manusia mempunyai kedudukan yang sejajar dengan alam,maka akan
membangkitkan perasaan solider, perasaan sepenanggungan dengan alam dan dengan
sesama makhluk hidup lain. Manusia lalu bias merasakan apa yang dirasakan oleh
makhluk hidup lain. Manusia bisamerasakan sedih dan sakit ketika berhadapan
dengan kenyataan memilukan betapa rusak dan punahnya makhluk hidup tertentu. Ia
ikut merasa apa yangterjadi dalam alam, karena ia merasa satu dengan alam. Prinsip
ini lalu mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan semua kehidupan
yang ada di alam semesta. Prinsip ini juga mencegah manusia untuk tidak merusak
dan mencemari alam dan seluruh kehidupan didalamnya, sama seperti manusia tidak
akan merusak kehidupannya sertamerusak rumah tangganya sendiri. Prinsip ini
berfungsi sebagai pengendali moral, yakni untuk mengontrol perilaku manusia
dalam batas-batas keseimbangan kehidupan. Prinsip ini jugamendorong manusia
untuk mengambil kebijakan yang pro-alam, pro-lingkungan, atau menentang setiap
tindakan yang merusak alam. Khususnya mendorong manusia untuk mengutuk dan
menentak pengrusakan alam dan kehidupan didalamnya. Hal ini semata-mata karena
mereka merasa sakit sama seperti yang dialami oleh alam yang rusak.
4). Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulain terhadap Alam (Caring
for Nature)
Prinsip ini juga
muncul dari kenyataan bahwa sesama anggota komunitasekologis mempunyai hak
untuk dilindungi, dipelihara, tidak disakiti, dandirawat. Prinsip kasih sayang
dan kepedulian adalah prinsip tanpamengharapkan balasan yang tidak didasarkan
atas kepentingan pribadi tetapi semata-mata karena kepentingan alam. Semakin
mencintai dan peduli kepadaalam, manusia semakin berkembang menjadi manusia
yang matang, sebagai pribadi yang identitasnya kuat. Manusia semakin tumbuh
berkembang bersama alam, dengan segala watak dan kepribadian yang tenang,
damai, penuh kasih sayang, luas wawasannya seluas alam.
5). Prinsip-prinsip No Harm
Berdasarkan
keempat prinsip moral tersebut, prinsip moral lainnya yang relevan adalah
prinsip no harm. Artinya, karena manusia memiliki kewajiban moral dan tanggung
jawab terhadap alam, paling tidak manusia tidak akanmau merugikan alam secara
tidak perlu. Dengan mendasarkan diri pada biosentrisme dan ekosentrisme,
manusia berkewajiban moral untuk melindungi kehidupan dialam semesta
ini.Sebagaimana juga dikatakan oleh Peter Singer, manusia diperkenankan untuk
memanfaatkan segala isi alam semesta, termasuk binatang dan tumbuhan, untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal itu dilakukan dengan bijaksana untuk tetap
menghargai hak binatang dan tumbuhan untuk hidup danhanya dilakukan sejauh
memenuhi kebutuhan hidup manusia yang palingvital. Jadi, pemenuhan kebutuhan
hidup manusia yang bersifat kemewahandan di luar batas-batas yang wajar
ditentang karena dianggap merugikan kepentingan makhluk hidup lain (binatang
dan tumbuhan). Dengan kata lain, kewajiban dan tanggung jawab moral bisa
dinyatakan dalam bentuk maksimal dengan melakukan tindakan merawat (care),
melindungi, menjaga dan melestarikan alam. Sebaliknya, kewajiban dan tanggung
jawab moral yang sama bisa mengambil bentuk minimal dengantidak melakukan
tindakan yang merugikan alam semesta dan segala isinya, tidak menyakiti
binatang, tidak meyebabkan musnahnya spesies tertentu, tidak menyebebkan
keanekaragaman hayati di hutan terbakar, tidak membuanglimbah seenaknya, dan
sebagainya.
6). Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras Dengan Alam
Yang dimaksudkan
dengan prinsip moral hidup sederhana dan selaras dengan alam adalah kualitas,
cara hidup yang baik. Yang ditekankan adalah tidak rakus dan tamak dalam
mengumpulkan harta dan memiliki sebanyak- banyaknya.Prinsip ini penting, karena
krisis ekologis sejauh ini terjadi karena pandangan antroposentrisme yang hanya
melihat alam sebagai objek eksploitasi dan pemuas kepentingan hidup manusia.
Selain itu, pola dan gayahidup manusia modern konsumtif, tamak dan rakus. Tentu
saja tidak berarti bahwa manusia tidak boleh memanfaatkan alam untuk
kepentingannya. Kalaumanusia memahami dirinya sebagai bagian integral dari
alam, ia harusmemanfaatkan alam itu secara secukupnya. Ini berarti, pola
konsumtif dan produksi manusia modern harus dibatasi. Harus ada titik batas
yang bisaditolerir oleh alam.
7). Prinsip keadilan
Prinsip
keadilan sangat berbeda dengan prinsip-prinsip sebelumnya, Prinsip keadilan
lebih ditekankan pada bagaimana manusia harus berperilaku adil terhadap yang
lain dalam keterkaitan dengan alam semesta juga tentang sistem social yang
harus diatur agar berdampak positif bagi kelestarian lingkungan hidup. Prinsip
keadilan terutama berbicara tentang peluang dan akses yang sama bagi semua
anggota masyarakat dalam ikut menentukan kebijakan pengelolaan sumbar daya
alam, dan dalam ikut menikmati pemanfaatannya.
8). Prinsip demokrasi
Demokrasi
justru memberi tempat seluas-luasnya bagi perbedaan, keanekaragaman dan
pluralitas. Oleh karena itu setiap orang yang peduli dengan lingkungan adalah
orang yang demokratis, sebaliknya orang yang demokratis sangat mungkin bahwa
dia seorang pemperhati lingkungan. Pemperhati lingkungan dapat berupa
multikulturalisme, diverivikasi pola tanam, diversivikasi pola makan, dan
sebagainya.
9). Prinsip integrasi moral
Prinsip
ini terutama ditujukan untuk pejabat, misalnya orang yang diberi kepercayaan
untuk melakukan analissi mengenai dampak lingkungan merupakan orang-orang yang
memiliki dedikasi moral yang tinggi
karena diharapkan dapat menggunakan akses kepercayaan yang diberikan
dalam melaksanakan tugasnya dan tidak merugikan ingkungan hidup fisik dan non
fisik atau manusia.
Dari strategi
menerapkan etika lingkungan tersebut, kita di tuntut untuk menjaga lingkungan.
Dalam menjaga lingkungan, manusia harus memiliki ”etika”. Etika lingkungan ini
adalah sikap kita dalam menjaga kelestarian alam ini agar alam ini tidak rusak,
baik ekosistem maupun habitatnya. Perlu kita sadari bahwa kita ini juga bagian
dari alam ini. Maka kita harus menjaga lingkungan ini dengan baik dengan
norma-norma etika lingkungan.
SOAL
IV
4. Jelaskan mengapa
menggunakan blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di satu sisi dan
mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan. Lengkapi dengan argumen
ilmiahnya?
Jawab:
Dengan
menggunakan blogspot ini merupakan suatu bukti komitmen bahwa kita mendukung
perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di satu sisi dan
mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan untuk bersama-bersama menjaga
kelestarian lingkungan. Kemajuan
dibidang teknologi menghasilkan perubahan dalam tatanan dan pola kehidupan
masyarakat terutama memberikan dampak yang cukup besar terhadap dunia
pendidikan (dalam hal ini adalah strategi pembelajaran). Strategi pembelajaran
telah mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Salah satu di antaranya adalah
penggunaan blogspot. Blogspot telah menjadi suatu kebutuhan bagi
aktivitas akademika, mengingat baik dosen, mahasiswa maupun institusi
pendidikan telah memanfaatkan teknologi komputer dan internet dalam
proses kegiatan belajar mengajar. Seperti yang kita ketahui bahwa baik email
maupun blog dalam proses belajar-mengajar sangatlah penting, dapat memberikan
hasil yang positif dan dapat mempermudah dalam proses belajar-mengajar.
Perkembangan
dunia teknologi telah menjadikan berbagai hal/kegiatan, menjadi serba online.
Mulai dari berjejaring sosial, berburu berita, mencari berbagai hal (musik,
ebook, video, gambar, sofware dll), hingga media bisnis, belanja online, dan
lain sebagainya. Blog atau web log
dalam perkembangannya ternyata memiliki peran penting untuk meramaikan
konten-konten yang dapat diakses pengguna online di dunia maya. Berbagai konten
dapat share di dunia maya, sehingga siapa saja yang terhubung
dengan internet, dapat mengakses dan mendownload: mengunduhnya dengan
mudah dan gratis.
Bagaimana
mengeksperisikan etika kita terhadap lingkungan dengan penggunaan blogspot kita ketahui penyebab
utama persoalan yang dihadapi manusia dan mengakibatkan kekhawatiran adalah
terlampau tingginya pengurasan sumber daya alam, tingginya kebutuhan dan gaya
hidup, diiringi dengan lajunya pertumbuhan penduduk dunia yang semakin pasif.
Dengan adanya media blogger yang diterapkan di dunia maya saat ini kita
dapat mengekspresikan etika kita contoh: dengan menggunkan blogger untuk
proses perkuliahan kita tidak perlu lagi mengumpulkan tugas-tugas kuliah dengan
menggunakan kertas-kertas yang sudah di print/cetak, tetapi cukup menggunakan blogger
untuk dikirim/dipublikasikan kepada dosen dan pembimbing yang bersangkutan
sehingga tidak menimbulkan sampah seperti kita menggunakan kertas. Kalau setiap tugas menggunakan kertas maka
memperparah terjadi kerusakan lingkungan. Karena kertas dihasilkan dari kayu.
Hal ini dapat menyebabkan lingkungan hidup akan terganggu yang akan merugikan
kita semua. Lingkungan hidup bukanlah obyek untuk dieksploitasi secara
tidak bertanggung jawab, tetapi harus ada suatu kesadaran bahwa antara manusia
dan lingkungan terdapat adanya relasi yang kuat dan saling mengikat. Rusaknya
lingkungan hidup akan berakibat pada terganggunya kelangsungan hidup manusia.
Karena itu setiap kali kita mengeksploitasi sumberdaya dari alam yang
diciptakan oleh Tuhan, kita harus memperhitungkan dengan seksama manfaat apa
yang akan dihasilkannya bagi kemaslahatan manusia.
SOAL V
5. Mengapa jejak ekologis itu
merupakan gambaran apakah seseorang itu menyumbang terhadap kerusakan
lingkungan atau tidak?
Jawab:
Ya. Jejak ekologis merupakan suatu gambaran apakah seseorang
itu menyumbang terhadap kerusakan lingkungan karena Jejak
ekologis atau ecological footprint adalah sistem yang mengukur seberapa
banyak ruang (di darat dan air) yang diperlukan manusia untuk menghasilkan
sumber daya yang mereka butuhkan dan menyerap limbah yang mereka hasilkan.
Kalkulasi jejak ekologis dilakukan dengan menghitung berapa hektar ruang hidup
(darat dan air) di bumi yang dibutuhkan oleh seorang manusia untuk memenuhi segala
kebutuhan hidupnya secara
kuantitatif. Sehingga kita dapat mengetahui seberapa boros, seberapa banyak
kita menghasilkan limbah dan seberapa berbahaya limbah yang kita hasilkan,
hingga menyangkut penjuml ahan total lahan yang diperlukan untuk menyediakan
makanan, perumahan, transportasi, bahan-bahan konsumsi yang lain, serta
pelayanan yang kita gunakan.
Dengan
menghitung Jejak Ekologis, kita bisa melihat apkah kita menyumbang atau tidak
terhadap kerusakan lingkungan dan melihat tingkat kemakmuran penduduk di suatu
wilayah. Semakin besar Jejak Ekologis-nya, bisa dikatakan penduduk di wilayah
itu semakin makmur. Kemudian, dengan membandingkan Jejak Ekologis dengan
Biokapasitas, kita bisa melihat apakah suatu wilayah mengalami defisit ekologis
atau yang diistilahkan dengan “overshoot.” Sederhananya, overshoot
terjadi ketika nilai Jejak Ekologis melampaui Biokapasitas.
SOAL
VI
6. Sudahkah anda membuat dan
mengelola dengan baik? Nilai anda juga sangat ditentukan dengan pengelolaan
blogspot anda?
Jawab:
Ya
saya sudah membuat blog dan insyaallah saya sudah mengelola blog walaupun belum
semaksimal mungkin. Blogspot yang saya buat dan kelola hanya sedikit memberikan
informasi kepada orang lain dikarenakan ilmu atau kemampuan yang saya miliki
masih sangat terbatas dan juga sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Saya mengucapkan banyak terima kasih
kepada Prof. Supli karena dengan bantuannya dapat membuat saya dan para
mahasiswa lainnya menjadi aktif akan informasi dalam dunia kesehatan. Semoga
blog yang saya buat ini dapat membagi ilmu yang saya miliki dan dapat
bermanfaat untuk orang lain. saya
mengucapkan terima kasih karena dengan bantuan blog ini membuat para mahasiswa
menjadi aktif akan informasi dalam dunia kesehatan,














