twitter



ABSTRACT


Octariani, Baity. 2010. The Relation of Age and Intrauterine Device Acceptor Parity In Womb (AKDR) In Children and Birthing Hospital Rika Amelia Palembang In 2009. KTI. Palembang: Poltekkes Kemenkes Palembang Midwifery.
Counsellors:  1.  Hj. Hasbiah M, S.Pd, M.Kes
  2.  Dahliana, SKM

Keywords:  AKDR  Acceptor, Age and Parity

For the agenda of increasing quality of resident in Indonesia, the Government has targeted National Family Planning Program which is visible at Making Pregnancy Safer Program (MPS). Based on data of BKKBN Indonesia in 2009, usage of AKDR only 4,32 %. Usage of AKDR in South Sumatra that is 0,79%, and in Children and Birthing Hospital Rika Amelia Palembang only there is 6,2%. Tendency of AKDR acceptor always declines, need to be performed an improvement of proportion of AKDR.
Purpose of this research is known the relation of age and Intrauterine Device acceptor parity In Womb (AKDR) in Children and Birthing Hospital Rika Amelia Palembang In 2009.
This research design applies analytic survey with approach of cross sectional and applies secondary data obtained from register book of Family Planning. Population of this research are all mothers becoming acceptor of Family Planning registered in register book of Family Planning in Children and Birthing Hospital Rika Amelia Palembang period 01 January – 31 December 2009, with number of populations 515. From the population got samples 84 women who taken by using technique at random simple (Simple random sampling).
Results of univariat analysis is known from acceptor of AKDR counted 23,8%, acceptor that is old in age counted 47,6%, and high parity acceptor counted 45,2%. Bivariate analysis with statistic test chi-square known that there is relationship between ages with acceptor of AKDR where X2 count 7,95 > X2 table 3,841, and there is meaning relationship between parities with acceptor of AKDR where X2 count 12,8 > X2 table 3,841.
Through this research expected that health officer to earn more increases KIE program (Communication, Information and Education) for example by the way of counseling about AKDR to increase knowledge of acceptor especially about AKDR and acceptor taking part in Family Planning in usage of AKDR can increase.

Reading List : 30 (2001 - 2009).


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program Keluarga Berencana Nasional mempunyai kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Kontribusi Program Keluarga Berencana Nasional tersebut dapat dilihat pada pelaksanaan Program Making Pregnancy Safer (MPS). Ada tiga Pesan kunci dalam rencana strategi nasional MPS di Indonesia 2001-2010 adalah setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, setiap komplikasi obstetrik dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat (memadai), serta setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut, Keluarga Berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar (Saifuddin, 2006: vii).
Paradigma program Keluarga Berencana Nasional yaitu visinya untuk mewujudkan “Keluarga Berkualitas tahun 2015”. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Saifuddin, 2006: vii).

Beberapa metode kontrasepsi yang tersedia di Indonesia adalah Metode Amenorhea Laktasi (MAL), metode KB alamiah, senggama terputus, metode barrier (kondom, difragma, spermaside), kontrasepsi kombinasi (pil kombinasi, suntikan kombinasi), kontrasepsi progestin (suntikan progestin, pil progestin, kontrasepsi implant, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), kontrasepsi mantap (Tubektomi, Vasektomi) (Saifuddin, 2006: MK-1).
Berdasarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jakarta pada bulan Januari sampai Desember 2009 peserta KB baru di Indonesia sebanyak 702.351 akseptor, yang terdiri dari pengguna suntik sebanyak 304.479 akseptor (43,35 %), pengguna pil sebanyak 187.931 akseptor (26,76 %), pengguna kondom sebanyak  96.596 akseptor (13,75 %), pengguna implan 74.048 akseptor (10,54 %), pengguna AKDR sebanyak 30.347 akseptor (4,32 %), pengguna MOW sebanyak 7.541 akseptor (1,07 %), pengguna MOP sebanyak 1.409 akseptor (0,20 %) (BKKBN, 2009).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) di Sumatera Selatan dari bulan Januari sampai bulan Desember 2009 didapatkan bahwa peserta KB baru sebanyak 424.297 akseptor yaitu yang terdiri dari pengguna suntik sebanyak 191.509 akseptor (45,14%), pil 147.781 akseptor  (34,82%), kondom 40.854 akseptor (9,63%), implan 38.515 akseptor (9,08%), AKDR 3.384 akseptor (0,79%), MOW 1.479 akseptor (0,35%), MOP 775 akseptor (0,18%) (BKKBN, 2009).
Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang periode Januari – Desember tahun 2009 didapatkan bahwa pencapaian akseptor KB sebesar 515 akseptor. Jumlah pencapaian tersebut jika dilihat dari persentasi penggunaan kontrasepsinya yaitu MOP sebanyak 266 akseptor (51,7%), MOW 95 akseptor (18,4%), suntik 89 akseptor (17,3%), pil 33 akseptor (6,4%), AKDR 32 akseptor (6,2%).
Dari data tersebut  menunjukkan masih rendahnya jumlah akseptor AKDR padahal beberapa pengguna AKDR menunjukkan respon yang baik terhadap penggunaan AKDR karena metode kontrasepsi ini tidak berkaitan langsung dengan aktivitas hubungan seksual (Varney, 2007).
Selain itu juga menurut Samsul (2009), AKDR lebih disarankan untuk dipilih karena memiliki kelebihan praktis, ekonomis, efektif, kesuburan dapat segera kembali jika AKDR dibuka, serta tidak mengganggu pemberian ASI. AKDR praktis karena AKDR ini tidak rumit seperti halnya pil yang harus di minum setiap hari dan seperti juga suntik yang dilakukan 1 bulan atau 3 bulan sekali. AKDR ini bisa bertahan 8–10 tahun.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seorang akseptor dalam memilih alat kontrasepsi dalam rahim, diantaranya: umur, paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, konseling, ekonomi, kebutuhan, pekerjaan, dan keluarga (Sulistiyani, 2009).
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Umur dan Paritas Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009”.
                                                                                                      
B. Rumusan Masalah
            Masih rendahnya akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (6,2%) di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
C. Tujuan Penelitian
     1.  Tujuan Umum      
         Diketahui hubungan umur dan paritas akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
     2.  Tujuan Khusus
a). Diketahui distribusi frekuensi akseptor AKDR di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
b). Diketahui distribusi frekuensi umur akseptor AKDR di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
c). Diketahui distribusi frekuensi paritas akseptor AKDR di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
d). Diketahui hubungan umur akseptor AKDR di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.
e). Diketahui hubungan paritas akseptor AKDR di RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang Tahun 2009.

D. Manfaat Penelitian
1.  Bagi Direktur RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang
            Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi RS Anak Bersalin Rika Amelia Palembang dalam memberikan pelayanan kontrasepsi khususnya AKDR, sehingga akan tercapainya visi dan misi pada program KB Nasional yaitu terealisasinya keluarga berkualitas tahun 2015.
2.  Bagi Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang
                  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan mengenai KB khususnya AKDR serta dapat juga digunakan sebagai bahan pustaka di Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Palembang sehingga menambah pengetahuan bagi yang membaca.
3.  Bagi Peneliti
            Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis untuk menerapkan ilmu yang telah di dapat di institusi pendidikan khususnya yaitu metodologi penelitian dan biostatistika. Selain itu juga dapat menambah wawasan penulis mengenai KB khususnya Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR).
JIKA INGIN MENGUNDUH DENGAN LENGKAP DAN PEMBERITAHUAN PASWORD KIRIM EMAIL KE baityoctariani07@gmail.com  
DOWNLOAD
                                                                        





TUGAS ETIKA & NILAI LINGKUNGAN
  JEJAK EKOLOGIS PRIBADI  






DISUSUN
OLEH :
NAMA       : BAITY OCTARIANI
                  NPM          : 12.13101.10.056

Dosen Pembimbing: Prof. Supli Effendi Rahim, PhD, MSc




STIKES  BINA  HUSADA  PALEMBANG
PROGRAM STUDI PASCA SARJANA
KESEHATAN MASYARAKAT
2012 / 2013


KATA PENGANTAR



Syukur Alhamdulillah kita haturkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul “ Jejak Ekologis Pribadi tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Tugas Etika & Nilai Lingkungan. Saya menyadari dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari kekurangan, yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan terbatasnya referensi yang kami dapatkan, sehingga saya memerlukan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Saya berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat pengetahuan bagi pembaca.



Palembang,   Maret 2013




  Penyusun



JEJAK EKOLOGIS PRIBADI

A. Pengertian Jejak Ekologis (Ecological Footprint)
Jejak ekologis atau ecological footprint adalah sistem yang mengukur seberapa banyak ruang (di darat dan air) yang diperlukan manusia untuk menghasilkan sumber daya yang mereka butuhkan dan menyerap limbah yang mereka hasilkan. Kalkulasi jejak ekologis dilakukan dengan menghitung berapa hektar ruang hidup (darat dan air) di bumi yang dibutuhkan oleh seorang manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya dalam setahun.
Jejak Ekologi merupakan analisis nilai kebutuhan manusia di dalam ekosistem. Analisis ini membandingkan kebutuhan manusia dengan kemampuan biosfer alam dalam mereproduksi sumber daya . Nilai tersebut merepresentasikan jumlah lahan produktif  biologis yang diperlukan untuk mereproduksi sumber daya yang dikonsumsi manusia dan menyerap limbah melalui teknologi yang berlaku. Dengan penilaian ini, maka dapat diperkirakan berapa banyak sumber daya kota yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Sebagai gambaran, jejak ekologis bumi mencapai nilai 1,4 pada tahun 2006. Dengan kata lain, manusia menggunakan 1,4 kali lebih cepat jasa ekologi yang dapat perbaharui bumi.
Laporan Living Planet Report 2012 menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan: peningkatan jejak ekologis yang terus berlanjut. Data terbaru pada 2008 menunjukkan jejak ekologis yang ditinggalkan manusia telah melebihi kapasitas biologis bumi, dimana bumi hanya mampu memproduksi sumber daya terbarukan dan menyerap CO2 sebesar 50 persen dari yang dibutuhkan dunia saat ini.

Secara keseluhan, jejak ekologis manusia telah menjadi dua kali lipat sejak tahun 1966. Membutuhkan setidaknya 1,5 tahun bagi planet bumi untuk meregenerasi sumberdaya terbarukan yang dapat dimanfaatkan manusia, serta menyerap karbon yang dihasilkannya dalam jangka waktu yang sama. Keterlampauan Ekologis atau yang dikenal dengan istilah “ecological overshoot” ini secara umum disebabkan oleh emisi karbon dan permintaan akan bahan pangan, namun ketersediaan lahan dan pengalokasiannya bisa dipastikan akan segera menjadi isu utama.
Jejak ekologis penduduk dunia telah melampaui kemampuan planet Bumi memperbaiki diri secara alami (biokapasitas) sebesar 50 persen. Artinya dibutuhkan 1.5 tahun bagi bumi untuk memproduksi sumberdaya yang dikonsumsi oleh manusia dalam 1 tahun.
Jejak ekologis setiap orang tidak selalu sama, juga terdapat perbedaan besar antara tiap-tiap negara, khususnya jika terdapat perbedaan pada tingkat perekonomian dan pembangunannya. LPR 2012 menunjukkan bahwa negara berpendapatan tinggi memiliki jejak ekologis rata- rata tiga kali lipat dari negara berpendapatan menengah dan rata-rata lima kali lipat dibandingkan negara berpendapatan rendah.


B. Menghitung Jejak Ekologis Pribadi
Jejak ekologi adalah satu sistem yang mengukur seberapa banyak tanah dan air yang diperlukan populasi manusia untuk menghasilkan sumber yang mereka habiskan dan menyerap limbah yang dihasilkannya. (Wackernagel & Rees, 1996)
Lembar kerja berikut adalah perhitungan kasar yg menunjukkan seberapa besar jejak ekologi anda dan bagaiman pilihan yg anda buat menjadikan jejak ekologis anda menyusut atau meluas.

Seberapa Besar Jejak mu?
A.  Transportasi
1.  Dengan apa anda bepergian hari ini?
a) Berjalan…..0
b) Bersepeda…..5
c) Dengan Angkutan Umum….10
d) Menumpang.....15
e) Kendaraan Pribadi …. 3x  30
(Kalikan setiap skor dengan berapa sering metode  tsb dipakai dalam satu hari dan kemudian di total.)
Sub-Total: 90

B.  Penggunaan Air
1.  Seberapa banyak air yang digunakan?
a)  Tidak mandi….0
b)  Mandi, 1-2 menit. ….5
c)  Mandi, 3-6 menit.….10
d)  Mandi, 10 min ….2x   20
e)  Mandi dengan air satu bak penuh….20
f)  Mandi dengan air setengah bak….10
g)  Mandi dengan air bekas orang lain….10
h)  Menggosok gigi dg air kran tetap mengucur….5
i)  Mencukur kumis/jenggot dengan air kran tetap mengucur….5
Sub-Total: 40

C.  Berpakaian
1.  Saya menggunakan pakaian lebih dari sekali sebelum di cuci?
a)  Sering….0
b)  Kadang-kadang….2x  5
c)  Tidak pernah….10

2.  Saya menggunakan pakaian bekas (yg sudah diperbaiki)?
a)  iya….(-5)    b)  tidak….0
3.  Saya memperbaiki baju saya sendiri?
a)  ya….(-5)     b)  Tidak….0
4.  50% dari baju saya adalah baju turunan/ bekas orang lain?
a)  ya….(-5)     b)  tidak….0
5.  Saya membersihkan dan mengeringkan baju saya sendiri?
a)  tidak ...0     b)  1-5 lembar….10     c) lebih dari 6 lembar….20
Sub-total: ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­10

D.  Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana anda terlibat, pada hari biasa di waktu senjang/ luang.
1. Seberapa banyak peralatan yg diperlukan ?
a)  tidak ada atau sedikit..0  
b)  beberapa….1x 10   
c)  cukup banyak….20

2.  Seberapa luas lahan yg dibutuhkan untuk bermain di lapangan, dataran es, kolam renang, untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anda?
a)  tidak ada atau sedikit….0  
b) sedang (<1 hektar) 1x  10  
c) cukup besar (>hektar)…20
(Lihat tabel konversi pada akhir kuis untuk bantuan)

3. Saya menghabiskan uang hari ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
a)  Tidak ada….0  
b)  $5…5   
c)  $10…10  
c)  $10+…1 pt. per dollar
Sub-Total: 20

E.  Makanan
1.  Berapa porsi daging yang anda makan sehari?
a)  0….0   b) 1 porsi….1x 10   c) 2 porsi….20   d) 3 porsi….30
2.  Seberapa banyak makanan yang bersisa di piring anda?
a) tidak ada1x  0    b) sedikit….5    c) cukup banyak….10
3. Saya mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
a)  ya….0                    b)  tidak….1x  10
4.  Makanan yg saya makan adalah jenis makanan lokal?
a)  semuanya….0         b)  beberapa...1x  10    c) tidak ada….20
5.  Makanan yg saya makan adalah produk organik?
a)  semuanya….0         b)  beberapa..1x 10       c) tidak ada….20
6.  Makanan yg dikonsumsi saya adalah makanan yang dibungkus plastik/ kertas (siap saji)?
a)  Tidak….0                b) beberapa….1x 10    c) Semuanya….20
Sub-Total:  50

F.  Sampah
1. Jika saya membuang seluruh sampah  pada hari ini, seberapa besar penampungan sampahnya?
a)  peti kayu….30
b)  kotak sepatu….1x 20
c)  secangkir….5
d)  tidak ada sampah….0
Sub-Total: ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­20

Add Sub-Totals of “A-F” for Total 1: 230

G.  Ruang Tinggal
1.  Hitung dalam satuan meter persegi ruang indoor yg  diperlukah dalam keseharian. Termasuk semua ruangan di rumah (termasuk garasi), sekolah (kantin, kelas), kantor (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangan dg jumlah orang di dalamnya.
Contoh:
   Living Space Averages        Educ. Space/Per Student
Ave. Dorrm Space – 25 sq m  Classroom & Lab – 30 sq m
Ave. Apt. space     - 35 sq m   Administration    -   3 sq m
                                    Other            -   5 sq m
Add up “a-d” for “Total Square Meters”.
(1 sq. meter = 10 sq. feet)
a)  “Home” sq. meters = 240
      divided by # of people = 40                                 Sq meters
b)  School sq. meters = __________________
      divided by # of people = __________________ Sq meters
c)  Office sq. meters = 100
      divided by # of people =  2                                  Sq meters
d)  other sq. meters = __________________
      divided by # of people = __________________ Sq meters
Total 2: 42

TOTAL KESELURUHAN= (Total 1 + Total 2)  X  3
 ( 230+42)  X  3 = 816
Anda telah menghitung total dari ‘tiga’ tipikal keseharian anda. Sekarang ubah total keseluruhan tsb menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah:
Total keseluruhan dibagi 100 = jejak ekologis anda dalam satuan hektar
JEJAK EKOLOGIS PRIBADI  = 8,16  HEKTAR

Conversion Table:
1 hectare = a square 100 meters on each side
(about the size of the parking lot just outside this building)
1 hectare = 2.5 acres
640 acres = 1 sq. mile
1 sq. mile = 259 hectares
Warrensburg occupies about 4 sq. miles.